Blog ini adalah tempat bagi mereka yg mencari keterangan tentang kesehatan, ingin sehat dengan cara yg ekonomis dan mudah, atau ingin mengetahui jalur alternatif menuju sehat
Kamis, 04 November 2010
Minggu, 03 Oktober 2010
Susu Formula Bikin Bayi Kegemukan
Jumat, 1 Oktober 2010 06:13 WIB
(reuters)Jakarta (ANTARA News)- Bayi yang mengkonsumsi susu formula ternyata adalah yang paling rawan mengalami kegemukan pada usia lima tahun.
Penelitian itu menemukan bahwa bayi-bayi sehat yang mengkonsumsi susu formula yang diperkaya dengan protein, vitamin, dan berbagai nutrisi lainnya akan mengalami penambahan lemak tubuh sebanyak 22 sampai 38 persen ketika berusia lima sampai delapan tahun ketimbang mereka yang hanya mengonsumsi susu botolan biasa.
Para peneliti asal Inggris itu, seperti yang dikutip Daily Mail, Kamis, percaya bahwa bayi-bayi itu mengonsumsi kalori secara berlebihan dan berat badan mereka bertambah pada masa pertumbuhan yang paling krusial.
Sebuah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 20 persen orang dewasa yang menderita obesitas disebabkan oleh kelebihan nutrisi atau memiliki berat badan berlebih ketika masih bayi.
Para ibu pun pernah diwanti-wanti untuk memberikan nutrisi yang diperkaya untuk anak yang kekurangan berat badan, jika mereka tidak bisa memberikan ASI. Kini, para dokter menegaskan bahwa "menggemukkan" bayi hanya perlu untuk yang lahir prematur.
"Studi ini mendukung program ASI, karena dengan ASI bayi tidak bisa mengalami kelebihan makanan," kata Professor Atul Singhal dari MRC Chilhood Nutrition Research Centre, di University College London, yang memimpin penelitian itu.
"Dan temuan itu juga akan menjadi perhatian produsen susu formula untuk lebih meningkatkan produk mereka," ia melanjutkan.
Para peneliti itu meneliti sejumlah kecil bayi yang baru dilahirkan di beberapa rumah sakit di Cambridge, Nottingham, Leicester, dan Glasgow.
Dalam melakukan penelitian itu para ilmuwan maupun para ibu tidak mengetahui jenis susu formula mana yang dikonsumsi oleh bayi, apakah yang standar atau susu formula khusus yang mengandung berbagai vitamin, protein, dan mineral.
Dalam penelitian pertama, yang diikuti oleh 299 bayi kelahiran 1993 dan 1995, susu-susu formula yang diperkaya berbagai nutrisi itu dikonsumsi selama sembilan bulan.
Studi kedua melibatkan 246 bayi yang lahir antara 2003 sampai 2005 dihentikan lebih awal karena ada bukti yang menghubungkan antara kelebihan nutrisi dan obesitas yang ditemukan pada penelitian pertama.
Inggris adalah salah satu negara dengan angka pemberian ASI terendah di Eropa, dengan rata-rata satu dari tiga ibu baru tidak memberi ASI pada anaknya.
Sementara itu sebuah penelitian sebelumnya juga mengemukakan bahwa bayi yang awalnya mengonsumsi susu formula kemudian berpindah ke makanan padat lebih cepat dari pada yang disarankan, yakni enam bulan, akan menjadi anak yang bertumbuh paling cepat.
Para pakar percaya hubungan antara kalori yang dicerna dan berat badan sangat kuat pada bayi ketimbang pada anak yang berusia lebih tua.
ASI diyakini berkaitan dengan pertambahan berat yang lebih perlahan, sebaliknya susu formula akan meningkatkan produksi sel lemak tubuh sehingga berat badan bayi akan bertambah dengan cepat.
(Ber/A038/BRT)
Minggu, 17 Februari 2008
Ternyata mengelola lebih menguntungkan
Saya adalah seorang kayawan perusahaan swasta, teknisi bagian perawatan mesin. Sudah hampir 10 tahun saya bekerja di perusahaan yang sekarang. Sudah berkeluarga dan memiliki 1 orang anak perempuan berusia 10 tahun. Setiap pulang kerja saya selalu menyempatkan diri untuk mendengarkan ceritanya di sekolah hari itu. Kebahagiaan saya saat mendengar ceritanya rasanya sulit digambarkan.
Tetapi hari ini lain, saya terpaksa pulang cepat dari kantor karena ada berita anak saya ini sakit, demam tinggi secara tiba-tiba. Padahal hari itu masih ada tugas yang belum saya selesaikan, beberapa mesin belum selesai saya inspeksi. Tetapi untunglah perusahaan saya sangat perhatian dengan keluarga karyawannya sehingga saya diijinkan pulang cepat. Bahkan kendaraan dinas saya pun boleh dibawa, kalau-kalau perlu membawa anak saya ke rumah sakit.
Rasanya ada sesuatu yang dicabut dari hati saya waktu mendengar anak saya ini demam tinggi. Apa jadinya saya kalau ada apa-apa dengan anak saya? Lalu apa artinya saya bekerja keras selama ini kalau tidak bisa melindungi keluarga saya? Dengan pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk dalam hati itu, saya pacu kendaraan dinas saya untuk cepat sampai di rumah.
Sesampainya di rumah, saya langsung menggendong anak saya masuk ke mobil dan membawanya ke dokter. Untung istri saya cepat tanggap, sebelum saya datang dia sudah mempersiapkan diri untuk membawa anak kami ke dokter. Sayangnya dokter langganan kami saat itu sedang tidak praktek, beliau sedang di luar kota. Tetapi saat ditelpon beliau menyarankan untuk langsung dibawa ke rumah sakit bagian gawat darurat, ”Takutnya tifus atau demam berdarah Pak.” begitu katanya.
Saya langsung membawa anak saya ke rumah sakit langganan perusahaan, di sana anak saya langsung ditangani. Sayangnya saat itu banyak pasien yang baru masuk sehingga dokter tidak bisa segera memeriksa anak saya. Setelah menunggu cukup lama baru anak saya diperiksa dokter. Dokter menyarankan anak saya diuji lab untuk memastikan penyakitnya, apakah demam berdarah atau tifus.
Saya memutuskan untuk mengambil cuti yang tersisa untuk mendampingi anak saya yang ternyata terkena demam berdaran dengue (DBD), karena walaupun saya memaksakan masuk kantor saya tidak dapat memfokuskan pikiran saya pada pekerjaan. Selama beberapa hari itu saya baru tahu bahwa justru setelah demamnya turun malah merupakan masa kritis bagi penderita DBD, saat di mana keluarga pasien sudah berlega hati dan melonggarkan kewaspadaan, bahkan ada yang membawa pasien pulang ke rumah. Banyak sekali kesalahan keluarga pasien yang sering terjadi yang membahayakan pasien karena keterbatasan pengetahuan.
Saya termasuk beruntung karena sebagai karyawan perusahaan keluarga saya dilindungi asuransi, seluruh biaya pengobatan ditanggung, memiliki dokter dan rumah sakit langganan perusahaan, perusahaan saya juga bertoleransi memberi kesempatan karyawannya menyelesaikan urusan kesehatan keluarganya. Bayangkan kalau saya tidak mendapatkan semua kemudahan itu, betapa paniknya saya, berapa banyak biaya yang harus disediakan, bagaimana saya bisa konsentrasi bekerja? Saya bersyukur pada Tuhan karena mendapat perusahaan yang baik. Tetapi di luar itu semua saya baru menyadari bahwa segala kemudahan yang saya miliki untuk kesehatan keluarga saya hanyalah untuk rehabilitasi. Dokter, rumah sakit, asuransi, kesempatan cuti, semuanya hanya berfungsi saat ada yang sakit, tetapi tidak ada program yang mencegah agar keluarga saya tidak sakit. Sebagai teknisi mesin saya mengetahui bahwa lebih baik mencegah daripada memperbaiki, lebih baik mengelola kesehatan daripada mengobati.
Saat ini saya mengikuti program kesehatan yang membuat keluarga saya bisa mengelola kesehatan secara praktis, mengenali jenis-jenis penyakit sebelum parah dan bahkan membantu orang lain mengelola kesehatan keluarganya. Kalau anda pun seperti saya, keluarga sebagai prioritas, saya sarankan untuk mulai memikirkan cara mencegah keluarga anda terhindar dari penyakit daripada mengandalkan pengobatan ketika penyakit sudah menyerang.
Jumat, 08 Juni 2007
Osteoarthritis


Otot selain berfungsi sebagai penggerak juga turut bertugas menahan beban agar berat tubuh tidak membebani sendi secara langsung. Otot yang kurang kuat, membuat berat tubuh dibebankan pada sendi. Karena beban yg besar, sendi mengalami tekanan lebih besar, sehingga tulang rawan yang melindungi tulang menjadi cepat aus.
Perpindahan penahan berat badan dari otot ke sendi ini bisa terjadi karena 2 hal. Pertama, otot mengalami penurunan kemampuan, seperti usia, kurang energi, kurang terlatih, dsb. Kedua, berat badan meningkat tanpa diiringi peningkatan kekuatan otot.
Oleh sebab itu, penderita radang sendi dianjurkan memperkuat otot-ototnya dengan cara bersenam di kolam renang. Dengan adanya daya apung air, beban pada sendi menjadi berkurang, dan tahanan air saat menggerakkan anggota badan membuat otot menjadi lebih kuat.
Untuk mencegah dan memperbaiki kondisi tulang rawan, makanan yang mengandung glucosamin dan kondroitin sangat efektif menumbuhkan kembali tulang rawan.
3. Tulang
Bisa juga terjadi kerusakan pada tulang karena sebab tertentu, seperti penyakit atau usia, kemudian tulang berusaha memperbaiki kerusakan tersebut dengan cara menumbuhkannya lagi. Karena pertumbuhannya yg kurang rata membuat bentuk sendi berubah dan akibatnya tulang rawan menjadi rusak.
4. Peradangan
Pada saat jaringan tulang rawan rusak dan mati, sel-sel yang tidak berguna tersebut dibersihkan oleh sistem kekebalan tubuh. Saat melakukannya, sel-sel yang sehat pun bisa terserang. Pengotor-pengotor (debris), enzim-enzim beracun dapat terbentuk di cairan sendi dan merusak tulang rawan. Saat udara dingin, beberapa zat pada cairan sendi ini dapat mengkristal sehingga menimbulkan rasa sakit saat sendi digerakkan.
5. Tendon dan Ligamen
Tendon adalah penghubung antara sendi dengan otot, ligamen adalah penghubung antar tulang pada sendi. Kerusakan pada tendon atau ligamen akan membuat beban sendi mengalami peningkatan, sehingga tulang rawan sendi cepat aus.
Kerusakan ini bisa terjadi karena usia, pertumbuhan tulang yang tidak rata, kecelakaan, atau berkurangnya kemampuan karena kekurangan nutrisi.
6. Genetik
Sebagian penderita radang sendi memiliki sifat bawaan yang mengakibatkan tulang rawannya tidak diproduksi setebal orang biasa. Akibatnya tulang rawan ini lebih mudah habis terkikis.
http://www.time.com/time/covers/1101021209/story.html
Senin, 28 Mei 2007
Mengapa Anak-anak Susah Makan?
Pada usia-usia tertentu, seperti 6 bulan atau 1 tahun, anak mengalami perubahan pada makanannya, baik berupa bentuk, tekstur, maupun jenis makanan. Pada masa ini anak memasuki tahap coba-coba makanan baru, sehingga makannya tidak selahap biasanya. Nantinya pada saat anak mengalami perubahan makanan, tahap ini akan terulang kembali, misalnya saat anak mulai masuk sekolah.
Sampai usia 12 tahun, anak mengalami perkembangan gigi. Tumbuhnya gigi baru yang merobek gusi, gigi yang goyang, tanggal, dan tumbuh kembali, kadang kala hal-hal tersebut membuat mulut terasa tidak enak saat menerima makanan. Karena tidak ingin merasakan ketidakenakan tersebut, anak cenderung menolak untuk makan.
Selain faktor-faktor fisik, faktor non-fisik sangat besar pengaruhnya bagi nafsu makan anak. Kondisi psikologis sangat besar pengaruhnya bagi anak. Anak belajar sesuatu yang baik dan buruk melalui 'hadiah dan hukuman'. Apabila anak mendapatkan hadiah, dia akan menganggap bahwa apa yang dilakukannya adalah baik. Dan apabila mendapatkan hukuman, anak akan menganggap apa yang dilakukannya adalah buruk.
Untuk menanamkan bahwa makan yang banyak adalah baik, anak memerlukan hadiah berupa pujian. Sebaiknya jangan terlalu berharap anak langsung memenuhi kualitas tertinggi. Pujilah anak untuk setiap peningkatan yang dilakukan. Hentikan pujian jika tidak ada peningkatan pada anak, dan pujilah kembali apabila ada peningkatan. Dengan demikian anak akan selalu berusaha lebih baik lagi setiap harinya.
Selain itu suasana makan besar juga pengaruhnya pada nafsu makan anak. Suasana yang tidak menyenangkan saat makan, membuat anak ingin segera mengakhirinya, sehingga anak cenderung menolak makan. Anak membutuhkan kehangatan keluarga, biasanya hal ini didapat saat makan. Tidak adanya kehangatan keluarga saat makan membuat makan hanya jadi ritual harian, sehingga anak ingin menghindarinya.
Pada keluarga yang memiliki lebih dari 1 anak, biasanya ada tekanan sosial dan psikologis pada anak yang lebih besar. Misalnya karena merasa cemburu pada adiknya, anak sulung meminta perhatian orang tua, salah satunya dengan cara membuat orang tua khawatir, seperti dengan cara tidak mau makan. Kondisi-kondisi psikologis di atas harus diatasi terlebih dahulu sebelum memaksa anak untuk makan, karena pemaksaan akan membuat anak semakin terperosok ke dalam kondisi psikologis yang buruk.
Anak akan mudah bosan apabila melakukan sesuatu tanpa saingan. Dalam hal makan,
siapa teman makannya sangat menentukan nafsu makannya. Akan berbeda antara anak yang sering makan bersama teman-teman seusianya dengan anak yang selalu makan sendirian. Saingan akan membuat anak merasa terpacu untuk mendapatkan pujian, dan pujian tersebut akan dia dapatkan apabila dia makan lebih baik dari yang lain.
Selain teman makan seusia, kebiasaan makan di keluarga juga menjadi salah satu faktor. Apabila di keluarganya orang tua tidak terbiasa sarapan, anak akan merasa diperlakukan tidak adil karena hanya dia satu-satunya yang diharuskan sarapan. Anak cenderung mengikuti contoh orang lain, selama ada contoh akan lebih mudah untuk mengarahkan perilaku anak.

- protein atau asam amino,
- asam lemak,
- vitamin, dan- mineral.
Tidak semua suplemen dapat memenuhi seluruh nutrisi tersebut. Oleh sebab itu, kecukupan nutrisi terbesar tetap harus dipenuhi oleh makanan utama.
Berkut informasi suplemen penambah nafsu makan yang aman untuk anak-anak. Klik disini
Setiap hari, anak-anak membutuhkan paling tidak 100 kalori/kg berat badannya.
Namun, untuk bayi tentu berbeda.
- Bayi umur 0-4 bulan: diberi ASI eksklusif.
- Bayi lebih dari 4 bulan: ajarkan mengonsumsi makanan padat seperti buah,
- biskuit dan bubur yang diperuntukan bagi bayi.
- Usia enam hingga satu tahun: perkenalkan dengan nasi tim.
- Usia 1 tahun ke atas: sebaiknya dibiasakan pola makan anak, tiga kali makanan padat dengan dua kali makanan ringan.
8+2n ,dengan n= umur.
Misalkan anak usia 3 tahun, maka berat badannya: 8 + (2x3) = 14 kg
Honey Bee Pollen: Suplemen terlengkap untuk anak-anak
Jumat, 23 Maret 2007
APAKAH SAYA MEMERLUKAN FOOD SUPLEMENT?
1. Apakah pola makan anda tidak teratur?
2. Apakah anda penggemar makan berkolesterol tinggi? (daging berlemak, gorengan)
3. Apakah anda tidak setiap hari makan sayuran dan buah-buahan?
4. Apakah anda berolah raga kurang dari 2 kali seminggu, minimal 30 menit masing-masingnya?
5. Apakah anda sedang diet?
6. Apakah anda sering kembung, mual, atau gangguan pencernaan?
7. Apakah anda sering stress atau otak anda bekerja terlalu keras sehingga sulit konsentrasi?
8. Apakah daya tahan tubuh anda sering terganggu? (letih, lemah, loyo dalam bekerja, kelelahan)
9. Apakah anda mengalami penuaan dini? (kulit kusam, keriput, dsb)
10. Apakah anda berusia di atas 50 tahun?
11. Apakah anda mengalami gangguan jantung atau pembuluh vena?
12. Apakah anda sering pegal-pegal atau merasakan radang sendi?
13. Apakah anda menderita banyak penyakit atau baru sembuh dari sakit?
14. Apakah anda wanita?
15. Apakah mata anda lelah dan kurang cemerlang?
16. Apakah anda mengalami gangguan fungsi hati?
17. Apakah anda merasa kurang fit saat bangun tidur di pagi hari?
Bagaimana mengendalikan berat badan? - bagian 4
FAQ
1. Saya sudah mengurangi makan, mengapa berat badan tidak turun?
Bukan cuma jumlah makanan yang menentukan gemuk atau tidak, tetapi juga kandungan kalori, kombinasi, dan keteraturan makan.
2. Saya berulangkali gagal menurunkan berat badan karena tidak tahan lapar, apakah karena terlalu banyak menurunkan asupan kalori?
Bisa saja. Supaya tidak lapar sebaiknya konsumsilah sayuran banyak-banyak sehingga perut terisi dalam waktu yang cukup lama.
3. Berapa kg penurunan berat badan yang sehat?
Sekitar 3 - 4 kg perbulan
4. Mengapa kita perlu protein?
Protein diperlukan seumur hidup untuk membentuk dan mengganti sel yang rusak. Tanpa protein, tubuh berhenti beregenerasi, produksi hormon terhambat, akibatnya imunitas terganggu.
5. Protein lebih sulit dipecah dibandingkan lemak dan karbohidrat, bolehkah kita mengkonsumsi protein saja?
Protein mengandung ureum dan nitrogen, konsumsi protein yang tinggi akan memperberat kerja ginjal.
6. Mengapa tidak boleh menghilangkan lemak dalam menu diet?
Lemak bersama protein diperlukan untuk membentuk struktur (tulang, kuku, rambut), membentuk hormon dan enzim, sebagai cadangan energi, melindungi tubuh dari dingin, mengangkut zat gizi yang larut lemak seperti vitamin A,D,E,K, dll.
7. Mengapa tidak boleh menghilangkan karbohidrat dari menu diet?
Selain diperlukan untuk sumber energi, karbohidrat juga menunjang fungsi otak, ginjal, syaraf, sel darah merah dan sel darah putih.
8. Apa yang terjadi bila kita kekurangan karbohidrat?
Kekurangan karbohidrat mengakibatkan kekurangan glukosa dalam darah. Untuk mencukupinya, lemak akan dipakai. Pembakaran lemak menghasilkan keton. Bila produksi keton terlalu banyak, melebihi kecepatan pembuangannya, akan terjadi keracunan keton yang disebut ketosis. Tandanya: mual, dehidrasi, lemah. Apabila terus terjadi bisa menyebabkan gagal ginjal. Apabila tubuh kekurangan karbohidrat dan lemak, maka protein akan digunakan sebagai sumber energi, dan meninggalkan tugas utamanya sebagai pembangun jaringan tubuh.
9. Mengapa tidak boleh hanya makan 1 kali sehari saja saat diet?
Pada saat lapar, organ-organ pencernaan akan meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi, sehingga tubuh lebih mudah mengambil kalori. Meningkatnya efisiensi ini dapat meningkatkan kenaikan berat badan. Selain itu karena makan malam dikurangi kalorinya, sarapan diperlukan untuk mempertahankan kadar gula dalam darah.
10.Apa yang terjadi pada tubuh saat kita mengurangi makan?
Kalau kita tidak makan saat harus makan, yang mula-mula hilang dari tubuh adalah cairan, akibatnya berat badan turun, kemudian badan menjadi lemas beberapa jam kemudian. Kalau glukosa sudah habis dipakai, sedangkan asupan makanan tidak kunjung datan, maka cadangan glikogen pada hati akan dibakar. Kalau sampai tahap ini tidak ada makanan yang masuk, selanjutnya glikogen dalam hati dan otot yang dibakar. Tahap berikutnya cadangan lemak yang dibakar. Sebaiknya tahap berikutnya jangan sampai terjadi, yaitu saat otot dipecah menjadi energi, akibatnya otot akan mengecil dan badan sulit digerakkan.
11.Apakah harus menghabiskan glikogen dulu untuk membakar lemak?
Ya. Saat kita berolah raga, ketika glikogen habis, badan akan lelah dan napas terengah-engah, cadangan lemak akan dipakai. Tetapi karena membakar lemak lebih sulit daripada membakar karbohidrat, maka tubuh harus menyediakan banyak oksigen untuk bisa memecahnya. Oleh karena itu harus menurunkan intensitas kegiatan sebentar, agar bisa mencukupi oksigen, setelah itu baru menggiatkan aktivitas lagi.
12.Mengapa setelah melahirkan, seorang perempuan tampak lebih gemuk daripada sebelum hamil?
Secara alamiah, sejak mulai hamil, tubuh calon ibu akan mempersiapkan diri menjadi sehat dan kuat agar bisa menyusui dan merawat bayi yang dilahirkan. Kalau setelah melahirkan ia merawat sendiri bayinya dan makan secara benar, dengan sendirinya berat tubuhnya akan turun.
13.Benarkah pil antihamil menyebabkan gemuk?
Tidak selalu, tetapi penambahan hormon estrogen atau progesteron memang bisa memiliki nafsu makan lebih dari biasanya.
14.Mengapa bisa terbentuk gelambir?
Di bawah kulit terdapat jaringan lemak. Kalau jaringan itu menipis, kulit menjadi kendur. Untuk mengencangkannya secara alamiah, kita harus rajin berolahraga.
15.Mana yang lebih baik untuk diet, nasi atau bubur?
Lebih baik nasi. Karena bubur lebih mudah dicerna, sehingga kadar insulin akan naik dengan cepat. Apabila kadar insulin lebih tinggi daripada kadar glukagon, maka akan dibentuk lemak, bukan tenaga.
16.Betulkah obat anti diabetes mellitus bisa menaikkan berat badan?
Bisa saja. Pankreas menghasilkan insulin dan glukagon. Glukagon bertugas memerintah hati untuk melepas gula, sehingga kadar gula meningkat untuk dipakai otak dan tubuh. Glukagon juga berfungsi memerintah sel-sel untuk melepaskan lemak, sebagai sumber energi, dan protein, yang berfungsi memperbaiki sel tubuh yang rusak atau mati. Sedangkan insulin berfungsi untuk mengambil gula dan zat gizi lain dari lemak untuk disimpan pada sel-sel tubuh, sedangkan kadar gula dalam darah menjadi seimbang untuk melindungi otak. Insulin juga berfungsi untuk memberi tahu hati bahwa terlalu banyak gula yang masuk, sehingga hati bereaksi untuk mengubah gula menjadi lemak. Obat anti diabetes mellitus mengakibatkan kadar insulin naik, sehingga lebih banyak gula yang diubah menjadi lemak.
17.Perlukah melakukan penimbangan berat badan setiap hari?